Selasa, 03 Juli 2012

Spanyol Juara Piala Eropa 2012

Kiev - Spanyol berhasil mempertahankan gelar sebagai juara Eropa 2012. Hasil itu diperoleh La Furia Roja setelah di final mengalahkan Italia dengan skor telak 4-0.

Bertanding di Olympic Stadium, Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari WIB, Spanyol lebih mendominasi permainan sejak awal pertandingan.

Statistik UEFA mencatat skuad besutan Vicente del Bosque ini memiliki penguasaan bola sebesar 52 persen dengan total 14 kali tembakan yang sembilan di antaranya mengarah ke gawang dan empat berujung gol. Sedangkan Italia 11 kali menembak dengan enam mengarah ke gawang.

Gol pembuka Spanyol dibuat David Silva pada menit 14 sebelum digandakan oleh Jordi Alba empat menit menjelang turun minum. Saat tertinggal cukup jauh, Italia justru kehilangan Thiago Motta yang cedera sehingga harus bermain dengan 10 pemain.

Walhasil, Spanyol pun lebih leluasa menambah pundi-pundi golnya. Dua pemain pengganti Fernando Torres dan Juan Mata sukses melengkapi kemenangan lewat gol-golnya di menit 84 dan 88.

Titel juara Eropa ini adalah yang ketiga diperoleh Spanyol sepanjang sejarahnya. Sebelumnya, El Matador sukses meraihnya pada 1964 dan 2008.

Jalannya Pertandingan

Ancaman pertama Spanyol tercipta di menit kedelapan. Berawal dari sepak pojok, Sergio Ramos menanduk bola tapi masih melambung.

Xavi! Dua menit berselang, Spanyol melakukan serangan berbahaya. Lewat kombinasinya dengan Cesc Fabregas, Xavi memperoleh bola di luar kotak dan melakukan sepakan yang tipis saja melambung di atas mistar gawang Italia.

Upaya Spanyol akhirnya berbuah di menit 14 lewat David Silva. Menerima umpan terobosan dari tengah, Cesc Fabregas membawa bola hingga ke garis gawang sebelum dari melepas umpan dari sudut sempit untuk disundul oleh Silva.

Italia melakukan serangan balasan. Usai Xavi kehilangan bola, Daniele de Rossi mengirim bola ke depan yang diteirma Antonio Cassano. Dengan cerdik Cassano mengecok Alvaro Arbeloa untuk melakukan tembakan tapi belum menguji Iker Casillas.

Gelombang serangan Italia terus mengalir. Casillas harus menghalau tusukan Cassano sedangkan tendangan Mario Balotelli masih jauh melambung.

Gol! Spanyol kini unggul 2-0 di menit 41. Dari umpan terobosan yang dikirimkan Xavi, Jordi Alba menusuk ke tengah sebelum melepaskan sepakan kaki kiri yang tidak mampu dihalau Buffon.

Di sisa waktu babak pertama berakhir, tidak ada gol lain yang tercipta. Skor sementara Spanyol memimpin 2-0 atas Italia.

Italia menggantikan Cassano dengan Antonio Di Natale di jeda pertandingan. Sang pemain pengganti langsung memberikan dampak lewat sundulannya yang menyambut bola sepak pojok tipis saja melambung di atas gawang Spanyol.

Gawang Italia terancam. Pergerakan Fabregas di dalam kotak menciptakan kemelut namun bola bisa diamankan sebelum disambar Silva.

Tak lama berselang, pemain Spanyol melakukan klaim penalti setelah bola tandukan Ramos mengenai lengan Leonardo Bonucci. Wasit tidak menggubris, permainan terus berlanjut.

Penyelamatan gemilang dari Casillas di menit 51. Dari sisi kiri, Di Natale melepas tembakan mendatar ke arah gawang tapi dengan sigap Casillas menjatuhkan badannya untuk menyelamatkan gawangnya.

Masalah bertambah buat Italia. Tidak hanya harus mengejar ketinggalannya, mereka kini bermain dengan 10 orang karena Thiago Motta mengalami cedera padahal seluruh jatah pergantian pemain.

Setelah cukup lama tak ada peluang berarti, Spanyol nyaris menambah pundi-pundi golnya di menit 79. Umpan silang Alba diterima Pedro namun sontekannya melebar. Lagipula si pemain sudah terjebak dalam posisi offside lebih dahulu.

Perolehan gol Spanyol bertambah dalam selang waktu empat menit. Di menit 84, Torres membuat skor menjadi 3-0 lewat assist Xavi sedangkan Juan Mata melengkapi kemenangan sang juara bertahan menjadi 4-0 setelah menerima umpan Torres.

Susunan Pemain:

Spanyol: Casillas; Arbeloa, Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba; Busquets, Xavi, Xabi Alonso; David Silva (Pedro 59'), Fabregas (Torres), Iniesta (Mata 86')

Italia: Buffon; Abate, Barzagli, Bonucci, Chiellini (Balzaretti 21'); Marchisio, Pirlo, De Rossi; Montolivo (Motta 56'); Balotelli, Cassano (Di Natale 46')

Samir Nasri Minta Maaf via Twitter


dok.Twitter/Samir Nasri
Timeline akun Twitter Samir Nasri, Rabu (27/6/2012), yang memuat permohonan maafnya kepada publik atas reaksi buruknya terhadap jurnalis Perancis setelah timnya kalah di Piala Eropa 2012.
KOMPAS.com - Gelandang tim nasional Perancis, Samir Nasri, meminta maaf kepada publik atas reaksi buruknya terhadap para jurnalis pascakekalahan tim "Ayam Jantan" dari timnas Spanyol dalam laga perempat final Piala Eropa 2012 di Donbass Arena, Donetsk, Minggu (24/6/2012). Nasri menyampaikan permohonan maafnya itu melalui akun Twitter-nya, @SamNasri19.

"Terlalu banyak kabar yang tak benar yang beredar saat ini. Para suporter, terutama anak-anak, tahu bahwa saya meminta maaf dengan tulus," demikian ditulisnya dalam bahasa Perancis, Rabu (27/6/2012).

Usai laga, Nasri terlibat adu mulut dengan jurnalis Perancis, yang disebutkan berasal dari media L'Equipe de France (EDF), hingga kemudian menghardiknya dengan kata-kata yang tak sepantasnya. Nasri yang masih kecewa tidak mampu mengendalikan amarah. Dia pun terkesan menantang wartawan yang bekerja di kantor berita AFP itu.

”Anda bertanya soal kekalahan? Ayo, mari kita selesaikan masalah ini,” ujarnya dengan nada tinggi.

Pemain berusia 24 tahun ini pun terancam sanksi dari Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) karena insiden itu. Pelatih Laurent Blanc pun menyesalkan insiden itu meski menyadari itu masalah pribadinya dengan pers.

Persoalan pribadi ini pula yang ditegaskan oleh Nasri melalui akun Twitter-nya. Dia juga mengatakan akan menjelaskannya dengan gamblang di depan publik meski tidak menyebutkan waktu yang jelas.

"Kata-kata saya telah mengejutkan mereka. Saya suka EDF, sepak bola dan saya memiliki rasa hormat yang dalam kepada masyarakat," ungkapnya.

"Hanya saja, ini adalah masalah pribadi saya dengan sejumlah jurnalis. Saya akan menjelaskannya ketika saatnya tiba," tulisnya kemudian.

Dikaitkan Gosip United, Baines Cuek

LIVERPOOL – Bek kiri Everton, Leighton Baines terpapar spekulasi transfer musim panas ini yang mengaitkan dirinya dengan Manchester United. Tapi tanggapan sang pemain sendiri terbilang dingin. Baines tetap tenang menanggapi gosip dirinya di pasar transfer dan mengaku tak begitu tertarik menghuni Old Trafford. Baines berniat tetap merampungkan kontraknya bersama The Toffees yang baru akan berakhir, tiga tahun mendatang. Eks-pilar Wigan Athletic itu dikabarkan ditaksir gaffer United, Sir Alex Ferguson untuk menguatkan lini belakang sektor sayap kiri United. Patrice Evra yang menjadi satu-satunya full-back kiri murni tak lagi dianggap mumpuni performanya. Laporan lain mengumandangkan bahwa United akan menawarkan 17 juta pounds sebagai mahar kepada klub sekota Liverpool itu jika bersedia melepas Baines. Memang, ingin Baines bertahan di Goodison Park. Tapi segalanya berada di tangan klub. “Saya sadar akan apa yang dikatakan pers tapi saya tak tahu banyak di belakang isu tersebut. Memang (rumor) itu tak merugikan saya tapi tidak ada bagusnya juga buat saya,” jelas Baines, seperti dikutip Soccerway, Minggu (1/7/2012). “Spekulasi yang berkembang di media seperti itu, lebih menyenangkan bagi orang lain (publik) ketimbang si pemain sendiri,” tuntas pemain kelahiran Kirkby, 27 tahun silam tersebut.

Senin, 02 Juli 2012

Spanyol Juara Piala Eropa 2012

Spanyol berhasil mempertahankan gelar sebagai juara Eropa 2012. Hasil itu diperoleh La Furia Roja setelah di final mengalahkan Italia dengan skor telak 4-0.

Bertanding di Olympic Stadium, Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari WIB, Spanyol lebih mendominasi permainan sejak awal pertandingan.

Statistik UEFA mencatat skuad besutan Vicente del Bosque ini memiliki penguasaan bola sebesar 52 persen dengan total 14 kali tembakan yang sembilan di antaranya mengarah ke gawang dan empat berujung gol. Sedangkan Italia 11 kali menembak dengan enam mengarah ke gawang.

Gol pembuka Spanyol dibuat David Silva pada menit 14 sebelum digandakan oleh Jordi Alba empat menit menjelang turun minum. Saat tertinggal cukup jauh, Italia justru kehilangan Thiago Motta yang cedera sehingga harus bermain dengan 10 pemain.

Walhasil, Spanyol pun lebih leluasa menambah pundi-pundi golnya. Dua pemain pengganti Fernando Torres dan Juan Mata sukses melengkapi kemenangan lewat gol-golnya di menit 84 dan 88.

Titel juara Eropa ini adalah yang ketiga diperoleh Spanyol sepanjang sejarahnya. Sebelumnya, El Matador sukses meraihnya pada 1964 dan 2008.

Jalannya Pertandingan

Ancaman pertama Spanyol tercipta di menit kedelapan. Berawal dari sepak pojok, Sergio Ramos menanduk bola tapi masih melambung.

Xavi! Dua menit berselang, Spanyol melakukan serangan berbahaya. Lewat kombinasinya dengan Cesc Fabregas, Xavi memperoleh bola di luar kotak dan melakukan sepakan yang tipis saja melambung di atas mistar gawang Italia.

Upaya Spanyol akhirnya berbuah di menit 14 lewat David Silva. Menerima umpan terobosan dari tengah, Cesc Fabregas membawa bola hingga ke garis gawang sebelum dari melepas umpan dari sudut sempit untuk disundul oleh Silva.

Italia melakukan serangan balasan. Usai Xavi kehilangan bola, Daniele de Rossi mengirim bola ke depan yang diteirma Antonio Cassano. Dengan cerdik Cassano mengecok Alvaro Arbeloa untuk melakukan tembakan tapi belum menguji Iker Casillas.

Gelombang serangan Italia terus mengalir. Casillas harus menghalau tusukan Cassano sedangkan tendangan Mario Balotelli masih jauh melambung.

Gol! Spanyol kini unggul 2-0 di menit 41. Dari umpan terobosan yang dikirimkan Xavi, Jordi Alba menusuk ke tengah sebelum melepaskan sepakan kaki kiri yang tidak mampu dihalau Buffon.

Di sisa waktu babak pertama berakhir, tidak ada gol lain yang tercipta. Skor sementara Spanyol memimpin 2-0 atas Italia.

Italia menggantikan Cassano dengan Antonio Di Natale di jeda pertandingan. Sang pemain pengganti langsung memberikan dampak lewat sundulannya yang menyambut bola sepak pojok tipis saja melambung di atas gawang Spanyol.

Gawang Italia terancam. Pergerakan Fabregas di dalam kotak menciptakan kemelut namun bola bisa diamankan sebelum disambar Silva.

Tak lama berselang, pemain Spanyol melakukan klaim penalti setelah bola tandukan Ramos mengenai lengan Leonardo Bonucci. Wasit tidak menggubris, permainan terus berlanjut.

Penyelamatan gemilang dari Casillas di menit 51. Dari sisi kiri, Di Natale melepas tembakan mendatar ke arah gawang tapi dengan sigap Casillas menjatuhkan badannya untuk menyelamatkan gawangnya.

Masalah bertambah buat Italia. Tidak hanya harus mengejar ketinggalannya, mereka kini bermain dengan 10 orang karena Thiago Motta mengalami cedera padahal seluruh jatah pergantian pemain.

Setelah cukup lama tak ada peluang berarti, Spanyol nyaris menambah pundi-pundi golnya di menit 79. Umpan silang Alba diterima Pedro namun sontekannya melebar. Lagipula si pemain sudah terjebak dalam posisi offside lebih dahulu.

Perolehan gol Spanyol bertambah dalam selang waktu empat menit. Di menit 84, Torres membuat skor menjadi 3-0 lewat assist Xavi sedangkan Juan Mata melengkapi kemenangan sang juara bertahan menjadi 4-0 setelah menerima umpan Torres.

Susunan Pemain:

Spanyol: Casillas; Arbeloa, Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba; Busquets, Xavi, Xabi Alonso; David Silva (Pedro 59'), Fabregas (Torres), Iniesta (Mata 86')

Italia: Buffon; Abate, Barzagli, Bonucci, Chiellini (Balzaretti 21'); Marchisio, Pirlo, De Rossi; Montolivo (Motta 56'); Balotelli, Cassano (Di Natale 46')
Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, tak ingin terlalu lama menyimpan kemarahan terhadap kompatriotnya asal Spanyol, Alvaro Bautista. Menurut laporan, juara dunia 2010 tersebut sudah memaafkan pebalap Gresini Honda itu, menyusul kecelakaan yang terjadi pada lap pertama di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012).

Lorenzo tak menuai poin pada seri ketujuh MotoGP 2012 tersebut, karena dia mengalami kecelakaan di tikungan pertama. Bautista, yang tampil terlalu agresif usai start, jatuh dan menghantam Lorenzo, sehingga mereka sama-sama tak bisa melanjutkan lomba.
Akibat insiden ini, Lorenzo kehilangan peluang untuk menambah poin, demi menjauh dari kejaran para rivalnya. Di sisi lain, saat Lorenzo gagal, pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, justru jadi pemenang, sehingga juara dunia 2007 dan 2011 ini mampu menyamai perolehan poin Lorenzo, yaitu 140. Kini mereka sama-sama berada di puncak klasemen sementara.

Lorenzo sangat marah pada Bautista. Menurutnya, Bautista melakukan pergerakan yang gila, yang sangat merugikan pebalap lain. Meskipun Bautista sudah mendapat hukuman harus start dari posisi paling belakang di GP Jerman akhir pekan nanti, Lorenzo merasa penalti itu tak cukup untuk memberikan efek jera.

"Pergerakan Alvaro gila. Saya bertemu dengannya setelah insiden, dia meminta maaf, dan kami bersalaman. Tetapi menurut pendapatku, ini tidak cukup untuk membenarkan insiden tersebut," ujar Lorenzo.

"Ketika saya membuat sebuah kesalahan di Jepang tahun 2005, saya dihukum absen satu balapan. Pimpinan lomba mengatakan kepada saya bahwa dia akan start dari posisi paling belakang pada grid di Sachsenring, tetapi ini tidak apa-apa.

"Kami berharap akan beruntung di masa mendatang, dan tak ada yang akan terjadi. Tetapi jika para pebalap tidak dihukum dengan semestinya, maka mereka akan terus membuat hal-hal yang gila."

Meskipun demikian, MotoGP.com melaporkan bahwa Lorenzo merasa dirinya mungkin terlalu blak-blakan setelah mengalami insiden yang mengecewakan tersebut. Kini, mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc tersebut sudah menerima permintaan maaf Bautista, dan ingin lebih nyaman menghadapi seri kedelapan di Sachsenring akhir pekan ini.

Namun, Lorenzo mengalami sedikit gangguan pada engkel kaki kanan. Beruntung, tim dokter mengatakan bahwa kondisinya tak mengkhawatirkan sehingga dia bisa ikut GP Jerman. Menurut MotoGP.com, jika saja tim dokter menyatakan bahwa cederanya parah, maka Lorenzo dipastikan absen minimal pada dua seri ke depan.

Sebelum balapan di Assen, Lorenzo meraih hasil yang sangat menjanjikan, karena empat kali menjadi juara dan dua kali runner-up. Sayang, kegagalan menuai poin di Assen ini membuat dia bisa dikejar oleh Stoner, yang membukukan tiga kemenangan. Dengan demikian, balapan di Sachsenring, Minggu (8/7/2012) nanti bakal seru.

Minggu, 01 Juli 2012

Bahayakan Nyawa Lorenzo, Bautista Dihukum

Penyelenggara MotoGP menilai pembalap Gresini, Alvaro Bautista telah bersalah dengan melakukan aksi yang membahayakan pembalap lain dalam insiden di MotoGP Belanda, Sabtu kemarin. Alhasil Bautista dijatuhi hukuman di di seri MotoGP selanjutnya.

Bautista menabrak pemuncak klasemen sementara, Jorge Lorenzo di tikungan pertama di awal lomba MotoGP Belanda. Ketika itu, Bautista kehilangan kendali pengereman sehingga menabrak Jorge Lorenzo. Akibatnya kedua pembalap tersebut tidak bisa melanjutkan balapan.

Insiden ini membuat Lorenzo gagal menjaga jarak poin dari pesaingnya, Casey Stoner. Pasalnya di saat bersamaan, pembalap Australia itu mampu finish terdepan di laga ini yang membuatnya membukukan poin yang sama dengan Lorenzo.

Setelah menyaksikan tayangan ulang, penyelenggara Moto GP langsung memutuskan Bautista telah bersalah karena berkendara dengan cara yang tidak bertanggungjawab serta membahayakan bagi Jorge Lorenzo.

Seperti dilansri Autosport, penyelenggara MotoGP selanjutnya dengan tegas menjatuhkan sanksi kepada Bautista berupa start terbelakang di seri MotoGP selanjutnya yang akan digelar di sirkuit Sachsenring, Jerman. Keputusan ini pun dinyatakn sudah final dan tim Gresini tidak bisa mengajukan banding.

> < Aktivitas | Sosial: aktif Sosial: Tidak Aktif Federer Susah Payah Melaju ke Babak IV

Pemegang 16 gelar juara Grand Slam Roger Federer harus susah payah untuk lolos ke babak keempat Wimbledon 2012 setelah mengalahkan Julien Benneteau  4-6, 6-7 (3-7), 6-2, 7-6 (8-6), 6-1.

Di pertandingan ini, Benneteau secara mengejutkan mampu memberikan perlawanan ke Federer. Di set pertama, serve Federer mampu dipatahkan Benneteau hingga memberikan keuntungan bagi Benneteau dan unggul 6-4.

Di set kedua, pertandingan berjalan imbang sehingga harus ditentukan melalui tiebreak, Federer kurang beruntung karena beberapa kali bola harus keluar atau tersangkut di net.

Baru di set ketiga mantan nomor satu dunia ini bisa bangkit. Federer bahkan menang mudah 6-2 untuk memaksakan set keempat.

Tampil buruk di set ketiga tak membuat Benneteau patah semangat. Ia cukup merepotkan Federer dan lagi-lagi pertandingan ditentukan melalui tiebreak. Pria asal Prancis itu sepertinya tak mampu bermain di bawah tekanan dan membuat Federer di atas angin untuk memaksakan set kelima.

Set kelima menjadi sepenuhnya milik Federer. Benneteau hanya mampu mencuri game pertama dan sisanya menjadi milik Federer dengan skor akhir 6-1.

Di babak keempat, Federer sudah ditunggu oleh Xavier Malisse yang secara mengejutkan mengalahkan Petenis Spanyol Fernando Verdasco.

Di pertandingan lainnya, Kim Clijsters juga lolos setelah lawannya Vera Zvonareva mengundurkan diri di set kedua ketika pertandingan masih berlangsung dengan skor  6-3 4-3 karena mengalami gangguan pernapasan.

SHARE KE TEMAN FACEBOOK KAMU > < Aktivitas | Sosial: aktif Sosial: Tidak Aktif Unggulan Putri Melaju ke Babak IV Wimbledon

Juara Bertahan putri turnamen Grand Slam Wimbledon, Petra Kvitova, dengan mudah melaju ke babak keempat dengan mengalahkan Varvara Lepchenko dari Amerika Serikat dengan skor 6-1, 6-0. Kvitova hanya membutuhkan waktu 53 menit untuk mengalahkan Lepchenko. Petenis Republik Ceko itu tampak superior dan membuat Lepchenko tidak berkutik. "Saya merasa permainan saya lebih baik di Wimbledon. Babak ketiga ini terasa lebih indah dan mudah dibanding babak pertama," ujar Kvitova dilansir BBC. Di babak keempat ia akan ditantang oleh Juara Prancis Terbuka 2011 Francesca Schiavone. Sementara itu, juara empat kali Wimbledon Serena Williams juga lolos ke babak keempat setelah susah payah mengalahkan Zheng Jie dari China dengan skor 6-7 6-2 9-7. Serena akan ditantang oleh Yaroslava Shvedova dari Kazakhstan. Petenis nomor dua dunia Victoria Azarenka juga melaju ke babak keempat setelah mengalahkan petenis kualifikasi Jana Cepelova 6-3, 6-3 dari Slovakia. Di babak keempat, Azarenka akan bertanding melawan mantan petenis nomor satu dunia Ana Ivanovic yang mengalahkan petenis Jerman Julia Goerges 3-6, 6-3, 6-4.
Jorge Lorenzo menilai sanksi start terbelakang bagi Alvaro Bautista tidak cukup pasca aksi tidak bertanggung jawabnya pembalap Gresini di MotoGP Belanda Sabtu kemarin. Lorenzo pun meminta hukuman untuk Bautista diperberat agar kejadian serupa tidak terulang.

Lorenzo gagal menyelesaikan balapan setelah ditabrak oleh Bautista di awal laga. Bautista menabrak Lorenzo di tikungan pertama karena terlambat mengerem dan mengakibatkan kehilangan kendali yang selanjutnya menabrak Loreno.

Penyelengggara MotoGP telah memutuskan Bautista bersalah dan memberinya hukuman berupa start terbelakang di seri MotoGP berikutnya yang akan digelar di Jerman. Tapi Lorenzo menilai hukuman itu tidak cukup adil dan meminta hukuman diperberat dengan larangan tampil di satu seri balapan.

"Saya pikir insiden ini sebuah malapetaka. Ini adalah bencana bagi saya. Ini bukan perasaan yang baik karena dia seorang pembalap Spanyol seperti saya dan sayangnya itu dilakukan olehnya," ujar Lorenzo seperti dilansir Crash, Minggu, 1 Juni 2012.

"Perbuatan yang dia lakukan adalah bencana, tetapi keputusan penyelenggara MotoGP lebih menyedihkan. Mereka tidak memberikan hukuman berat agar bisa menjadi pelajaran di masa depan. Sanksi start terbelakang di seri berikutnya tidak cukup memberikan pelajaran," tambahnya.

"Kami berharap beruntung di masa depan dan tidak ada yang akan terjadi hal seperti ini. Tapi jika tidak ada hukuman yang tegas, maka para pembalap akan melakukan hal-hal gila seperti Alvaro lakukan hari ini," lanjutnya.

Meski menjadi hantaman tunggangan Bautista, Lorenzo mengakui dirinya tidak memiliki cedera serius. "Ini benturan yang keras dan berdampak besar tetapi tidak ada yang serius terjadi (cedera)," tandasnya. J

SHARE KE TEMAN FACEBOOK KAMU > < Aktivitas | Sosial: aktif Sosial: Tidak Aktif Diburu Waktu, Murray Lolos ke Babak Keempat

Unggulan keempat dan petenis tuan rumah Andy Murray akhirnya lolos dari hadangan Marcos Bagdhatis dengan 7-5, 3-6, 7-5, 6-1, Sabtu 31 Juli 2012 (Minggu dinihari WIB) di turnamen grand slam Wimbledon.

Murray mengikuti jejak Novak Djokovic dan Roger Federer yang sebelumnya juga sudah lolos ke babak keempat. Usaha Murray tidaklah mudah. Seperti yang sudah diperkirakan Bagdhatis akan memberikan perlawanan kuat ke petenis Skotlandia itu.

Di set pertama, Murray unggul tipis 7-5. Murray bahkan harus kalah 3-6 di set pertama, di set ketiga Bagdhatis yang berada di atas angin sepertinya akan dengan mudah menumbangkan Murray seperti yang pernah ia lakukan di 2006 di ajang yang sama. Tapi Murray tidak pantang menyerah, ia terus berusaha untuk mematahkan serve Bagdhatis, kesabarannya berbuah matang, Murray pun menang 7-5.

Pertandingan sempat terhenti karena pihak panitia akan menggunakan atap yang sebelumnya terbuka. Penonton juga sempat murka karena panitia tiba-tiba mengeluarkan pernyataan jika pertandingan akan dihentikan pukul 11 malam waktu setempat meski kedua pemain belum menyelesaikan pertandingan.

Beruntung, publik SW19 tak harus menunggu keesokan harinya untuk menyaksikan pertandingan lanjutan, Murray yang sebelumnya tak percaya diri kini mulai yakin akan menang. Sementara Bagdhatis mulai kelelahan dan hanya mencuri satu game. Ketika pertandingan sudah mencapai 5-1 untuk keunggulan Murray, waktu di centre court sudah menunjukkan pukul 11 malam. Namun panitia memutuskan untuk memberikan keringanan karena hanya tersisa satu game, Petenis 24 tahun itu pun tidak menyia-nyiakan dan menutup set keempat dengan 6-1.

Di babak keempat, Murray akan berhadapan dengan Marin Cilic yang mengalahkan Sam Querrey dengan 7-6(6), 6-3 , 6-7(2), 6-7(3), 17-15.

Del Bosque Buru Rekor Helmut Schoen

KIEV – Spanyol dan Vicente Del Bosque sama-sama tengah memburu rekor. Negeri Matador membidik hattrick, sementara Del Bosque memburu rekor milik pelatih legendaris Jerman Helmut Schoen.

Sepanjang sejarah sepakbola Eropa belum pernah ada tim yang mampu memenangi tiga turnamen utama secara berurutan. Pada 1970-an, Jerman Barat nyaris melakukan hattrick.

Sayang, Franz Beckenbauer dkk. yang sudah mengoleksi gelar Euro 1972 dan Piala Dunia 1974, gagal di Euro 1976 setelah ditaklukan Cekoslovakia lewat adu penalti di partai final.

Pada akhir 2000-an, Prancis dengan Zinedine Zidane-nya berhasil menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Namun, mereka gagal total di Piala Dunia 2002.

Alhasil, Spanyol pun berpeluang menjadi negara pertama yang melakukan hattrick. Andai Spanyol berhasil mengalahkan Italia di Stadion Olimpiade Kiev pada Senin dinihari WIB lusa di final Euro 2012, maka Del Bosque juga akan menjadi pelatih kedua setelah Schoen yang berhasil membawa negaranya menjuarai Piala Dunia dan Piala Eropa.

Hingga saat ini, Schoen menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil menyandingkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa. Schoen merupakan arsitek di balik kesuksesan Jerman Barat menjuarai Euro 1972 dan Piala Dunia 1974 serta lolos ke final Piala Dunia 1976 plus final Euro 1976.

Tangan dingin Schoen berhasil meramu pemain-pemain legendaris Jerman Barat seperti Beckenbauer, Gerd Mueller, Uli Hoeness, Sepp Maier, Paul Breitner, Guenter Netzer, Berti Vogts, Wolfgang Overath, dan Rainer Bonhof menjadi tim penakluk Eropa dan dunia.

Prandelli Jelaskan Taktik Italia di Final

Cesare Prandelli (Foto: Daylife)
Cesare Prandelli (Foto: Daylife)
KIEV - Pelatih Tim Nasional Italia, Cesare Prandelli, menjelaskan taktik yang akan diterapkan Italia dalam menghadapi perlawanan Timnas Spanyol di babak final turnamen Euro 2012. Satu hal yang diisyaratkan Prandelli adalah dirinya ingin mematikan kreativitas Timnas Spanyol.

Skuad La Furia Roja sejak sebelum mengikuti turnamen Euro 2012 sudah difavoritkan menjadi juara. Namun, seiring turnamen berlangsung, permainan tiki-taka yang diusung Timnas Spanyol dianggap membosankan oleh banyak orang, karena terlalu mengandalkan penguasaan bola. Prandelli memiliki pandangan lain tentang itu.

“Spanyol membosankan? Faktanya tim-tim lain takut dan bermain bertahan kala melawan mereka, tetapi mereka tetap meraih kemenangan pada akhirnya, jadi hal itu (bertahan) tidak benar-benar bekerja. Mereka tidak sepenuhnya membosankan,” ujar Prandelli, seperti dilaporkan wartawan Okezone, Fitra Iskandar, langsung dari Ukraina.

Prandelli nampaknya tahu betul bahwa otak permainan Timnas Spanyol berada di barisan lini tengah. Oleh karena itu, Prandelli menekankan taktik yang bisa meredam tiki-taka dan menguasai permainan dalam pertandingan final tersebut.

“Tugas kami secara taktik adalah kembali mendapatkan bola secepat mungkin. Di mana kami mendapatkan bola nantinya, akan bergantung pada bagaimana cara Spanyol bermain, tetapi fokus utama kami adalah menutup ruang untuk mencegah mereka memainkan permainan mereka sendiri, terutama di tengah lapangan,” paparnya.

Mantan pelatih Fiorentina ini juga sudah memperhatikan dan melakukan analisis tersendiri mengenai cara Spanyol bermain. Prandelli menganggap permainan tim arahan Vicente del Bosque itu modern dan mengaku sangat menyukainya.

“Saya berharap Spanyol yang sama, yang menekan lawan mereka, tim yang tidak menerima kebobolan. Bahkan bila mereka bermain tanpa striker, mereka menyerang anda dari posisi yang sangat dalam, mereka sangat modern dan saya suka cara mereka bermain,” tambahnya.

Prandelli juga tidak ambil pusing apakah nanti lawannya dari semenanjung Iberia itu bermain dengan menggunakan striker atau tidak. “Kami akan mencoba untuk beradaptasi dengan cara mereka bermain, entah bila mereka nanti akan menggunakan nomor 9 (striker) atau tidak,” pungkasnya.

Ide Gila Platini di Euro 2020

KIEV – Presiden UEFA Michel Platini kembali melontarkan ide radikal. Platini ingin menggelar Euro 2020 di 32 kota seluruh Eropa.

Alasan yang Platini kemukakan atas format yang mirip Liga Champions versi negara ini adalah demi menghemat biaya pembangunan stadion-stadion dan juga bandara baru.

“Euro 2020 bisa saja digelar di seluruh Eropa. Kami baru memikirkannya. Saya sudah mengatakan 12 atau 13 kota penyelenggara, tapi bisa saja 24 atau 32 kota,” kata Platini seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (1/7/2012).

“Ini masih bisa diperdebatkan. Nantinya akan ada empat pertandingan per stadion dan semua pihak punya kesempatan menyelenggarakannya,” sebut Platini.

Ada tiga negara—dua diantaranya tuan rumah bersama—yang secara resmi sudah mengajukan diri sebagai tuan rumah Euro 2020. Mereka adalah Turki, Skotlandia-Wales-Irlandia, dan Azerbaijan-Georgia.

Turki disebut sebagai calon kuat host Euro 2020 tapi di tahun yang bersamaan mereka juga mengajukan Istanbul sebagai tuan rumah Olimpiade. Banyak pihak sangsi apakah negara yang sebagian terletak di Eropa dan sebagian di Asia itu sanggup menggelar dua even besar di tahun yang sama.

Mulai 2016 mendatang, jumlah kontestan Euro adalah 24 negara. Keputusan atas ide ini akan diambil pada Desember 2012 atau Januari 2013 mendatang.

Bukan kali ini saja Platini melontarkan ide yang radikal. Sejak menjabat sebagai presiden UEFA pada 2006 silam, Platini sudah mencanangkan ide Financial Fair Play (FFP), mengubah format Liga Champions, hingga meningkatkan peserta Euro.

Xavi: Tiki-taka Tidak Membosankan

Xavi Hernandez berlatih bersama Spanyol. (Foto: Reuters)
Xavi Hernandez berlatih bersama Spanyol. (Foto: Reuters)
KIEV – Permainan tiki-taka yang diperagakan pemain Spanyol dianggap mulai membosankan. Namun, Xavi Hernandez menegaskan tetap akan bermain dengan gaya yang sama.

Gelandang andalan Barcelona itu tidak akan memikirkan apa yang dikatakan orang mengenai taktik mereka. Xavi menegaskan terpenting adalah La Furia Roja meraih kemenangan di setiap pertandingan.

“Jika kami memang membosankan tapi meraih kemenangan, maka itu merupakan hal yang bagus buat kami. Kendati demikian, kami akan mempertahankan permainan kami,” ujar Xavi.

Xavi sudah cukup lama membela Tim Matador. Pemain lulusan akademi La Masia itu sudah tampil sebanyak 115 kali buat negaranya. Selama itu pula, Xavi menjadi pemain andalan La Furia Roja.

“Saya memang ingin menjadi pemain kunci dalam sebuah pertandingan, tapi saya sangat nyaman dengan cara bermain dan filosofi kami,” tambahnya, seperti diberitakan Reuters, Minggu (1/7/2012).

“Saya merasa sangat nyaman dan prioritas utama saya adalah membantu tim ini meraih kemenangan dan saya akan mencoba untuk menikmati pertandingan besok,” tandasnya

Alonso & Rossi Soal Final Euro 2012

Valentino Rossi. (Foto: Daylife)
Valentino Rossi. (Foto: Daylife)
ROMA - Turnamen antara negara benua Eropa memang selalu memancing daya tarik berbagai pihak untuk menyaksikan laga dari tim-tim terbaik. Termasuk, dari beberapa pembalap kelas dunia.

Salah satu laga yang menarik perhatian pastinya adalah babak final yang akan menghadirkan Spanyol kontra Italia, Senin (2/7/2012) dini hari WIB. Laga itu sendiri dipastikan akan berjalan dengan sangat seru dan ketat.

Terkait hal tersebut, pembalap F1 Fernando Alonso memuji performa timnas Italia di Euro kali ini. Meski begitu, pembalap asal Spanyol ini tetap menjagokan negaranya yang keluar sebagai juara Euo kali ini.

“Selama 13 tahun terakhir ini saya lebih banyak berada di Italia dibandingkan Spanyol. Laga antara Spanyol dan Italia akan terasa hebat. Bersenang-senanglah (Italia), namun tetap juaranya adalah Spanyol,” tulis Alonso pada akun Twitter pribadinya.

Tak ingin ketinggalan pembalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, memberikan komentar terkait keberhasilan negaranya menuju babak final Euro 2012. Bahkan, ia juga memuji Mario Balotelli atas dua golnya ke gawang Jerman di babak semifinal.

“Mario (Balotelli) sudah melakukannya dengan mencetak gol,” tulis Rossi di akun Twitter miliknya. “Ia adalah pria yang hebat. Pertandingan ini adalah sebuah pelajaran (bagi Italia) dan kami ada di final,” lanjut pembalap asal tim Ducati ini.

Lupakan Euro, Gerrard Bercengkrama dengan Keluarga

Steven Gerrard bersama istri dan kedua anaknya/Mercury Press & Media Ltd
Steven Gerrard bersama istri dan kedua anaknya/Mercury Press & Media Ltd
LIVERPOOL – Banyak cara dilakukan para pemain sepak bola untuk melupakan sebuah kegagalan. Steven Gerrard misalnya. Kapten Three Lions ini langsung berkumpul bersama istri dan kedua anak perempuannya di Liverpool.

Anak Gerrard sebenarnya ada tiga tapi si bungsu Lourdes masih bayi sehingga ditinggal di rumah. Alhasil, hanya Lexie (6 tahun) dan Lilly-Ella (8 tahun) saja yang dibawa Gerrard jalan-jalan di kota asal The Beatles itu.

Tujuan Gerrard: kedai kopi. Bersama sang istri Alex Curran (29 tahun), Gerrard tampak asyik menikmati quality time bersama keluarganya.

Seperti dikutip Daily Mail, Rabu (27/6/2012), selepas puas menyeruput hidangan di kedai bernama Costa Coffee itu, Gerrard lantas menggandeng kedua anak gadis blondenya itu ke dalam mobil.

Gerrard tampak modis mengenakan kemeja kotak ungu berlengan panjang dan bercelana jeans. Sang istri Alex tampil casual dengan blus coklat dan celana jeans model pensil.

Namun, perhatian utama tak bisa dilepaskan dari kedua anak Gerrard yang tampak seragam mengenakan baju terusan putih-coklat sambil menggendong boneka kelinci.

Kali ini sang reporter tidak menulis ke mana tujuan dari keluarga kecil nan bahagia ini. Seperti diketahui, Inggris baru saja tersingkir di perempatfinal Euro 2012 usai kalah adu penalti 2-4 dari Italia.

Balotelli Akhiri Rekor "Nihil Gol" Italia

Selebrasi gol dari Mario Balotelli. (Foto: Getty Images)
Selebrasi gol dari Mario Balotelli. (Foto: Getty Images)
WARSAWA – Timnas Italia mencatatkan sejarah tersendiri sepanjang keikutsertaannya di Euro. Keberhasilan membobol gawang Jerman membuat Italia mengakhiri rekor tak pernah mencetak gol di semifinal.

Sepanjang keikutsertaannya di kompetisi terbesar Negara-negara di Eropa, Azzurri tercatat dudah tiga kali menembus semifinal. Dua diantaranya bahkan berakhir dengan kemenangan.

Namun, dari tiga duel babak empat besar yang dilakoninya, Italia tak pernah mampu mencetak gol. Pada semifinal pertamanya di Euro 1968 di rumahnya sendiri, Italia hanya bermain 0-0 melawan Uni Soviet.

Berhubung kala itu belum ada skema adu penalti untuk menentukan pertandingan, maka penentuan pemenang dilakukan lewat undian pelemparan koin. Dengan sistem yang hanya digunakan satu kali ini, Italia tampil sebagai pemenang dan akhirnya tampil sebagai jawara.

20 tahun kemudian, atau tepatnya pada Euro 1988 di Jerman (kala itu masih Jerman Barat), Italia kembali melaju ke semifinal. Sayang, di kala itu, selain gagal mencetak gol, Franco Baresi dkk juga harus angkat koper lantaran dibabat Uni Soviet 0-2.

Nah, yang ketiga, Italia melaju ke semifinal pada Euro 2000 di Belanda-Belgia. Berhadapan dengan tuan rumah Belanda, Italia kembali gagal mencetak gol, karena bermain 0-0 di waktu normal. Namun, pada akhirnya Italia lolos ke final berkat kemenangan 3-1 di babak adu penalti (di final kalah dri Prancis).

Setelah tiga kali tampil di semifinal tanpa mencetak gol, Italia akhirnya sukses mematahkan rekor buruk tersebut saat tampil menghadapi Jerman di semifinal Euro 2012 di National Stadium Warsawa.

Adalah Mario Balotelli yang mengakhiri paceklik gol Italia di semifinal. Tandukan mematikan (20’) serta gol tendangan geledeknya pada menit ke-36, membawa Italia menundukkan Jerman 2-1, sekaligus melaju ke final untuk menghadapi lawan mereka di babak penyisihan grup sekaligus juara bertahan, Spanyol.

Presiden Italia Tulis Surat pada Skuad Azzurri

Presiden Italia Giorgio Napolitano kini sudah berusia 86 tahun/AP Photo
Presiden Italia Giorgio Napolitano kini sudah berusia 86 tahun/AP Photo
ROMA – Presiden Italia Giorgio Napolitano menulis surat terbuka kepada tim nasional Italia menjelang laga final Euro 2012 menghadapi Spanyol dinihari WIB nanti. Apapun hasil akhir di Kiev, Napolitano tetap menganggap seluruh skuad Azzurri dan pelatih Cesare Prandelli sebagai pahlawan.

Napolitano juga mengundang semua personel Italia hadir di kediaman resmi sang presiden di Palazzo del Quirinale di Roma begitu kembali dari Ukraina pada Senin esok. Seperti dikutip dari Football-Italia, Minggu (1/7/2012) berikut isi surat Napolitano:

“Kepada Prandelli, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kata-kata hangat yang Anda ucapkan di awal turnamen dan atas nama negara kemenangan yang mengagumkan di Warsawa,” tulis Napolitano.

“Yang paling mengesankan dari seluruh penampilan kalian di Euro adalah bagaimana baiknya pemain tua dan muda menyatu bersama, semangat tim mereka, tekad bersama, juga kemurahan hati.”

“Pada waktu bersamaan saya sangat mengapresiasi kebijaksanaan dan nada yang serius dari ucapan Anda. Anda sangat memperhatikan pentingnya hasil akhir, tanpa retorika euforia kemenangan, paham benar masih begitu panjang perjalanan kalian di sana. Bukankah ini diskusi yang harus dilakukan Italia dan juga tim sepak bolanya?”

“Saya mengekspresikan kedekatan dan dorongan bagi semua pemain di laga final. Saya senang bisa bersama Anda di Gdansk, ketika mengatasi rintangan pertama, membuktikan pesimisme mereka adalah salah, membuktikan tim ini siap dan sekali lagi Azzurri akan mengharumkan nama Italia.”

“Dengan senang hati saya akan menerima kalian di Quirinale begitu kembali ke Roma pada Senin esok.”

Wenger: Spanyol Sudah Kehilangan Tajinya

Pemain Spanyol berlatih. (Foto: Reuters)
Pemain Spanyol berlatih. (Foto: Reuters)
KIEV – Arsene Wenger mengatakan Spanyol telah mengkhianati filosofi sepakbola mereka. Sebab, sekarang Tim Matador hanya lebih memikirkan untuk meraih kemenangan pada sebuah pertandingan.

Hal ini ditulis pelatih Arsenal itu dalam kolom untuk Eurosport, yang berjudul "Spain lost their sparkle" atau ‘Spanyol sudah kehilangan kilau mereka. Bahkan, Tim Matador mulai gemar tidak memainkan penyerang setelah David Villa mengalami cedera.

“Orang-orang ini merupakan seorang pemain sepakbola yang luar biasa. Mereka pemain yang sangat pintar dan mereka memiliki mental untuk menang,” demikian tulis Wenger, dilaporkan Goal, Minggu (1/7/2012).

“Saya ingin memberikan mereka pujian untuk itu. Namun, Spanyol sudah mengkhianati filosofi mereka sendiri dan membalikkan menjadi lebih negatif. Biasanya, Spanyol mengendalikan bola untuk menyerang dan menang. Kini, yang pertama mereka tidak mau kalah,” lanjutnya.

Wenger kemudian mengomentari pemain depan Spanyol, Alvaro Negredo yang tampil buruk di babak semifinal, sehingga digantikan oleh Cesc Fabregas. Wenger menikai Vicente Del Bosque akan kembali memainkan Fabregas.

“Apa yang harus dilakukan Del Bosque? Saya akan cenderung berpikir bahwa Del Bosque sudah mencoba Negredo di pertandingan terakhir dan tidak berhasil. Saya rasa dia akan memainkan Fabregas, sebagai penyerang palsu,” tandasnya.

Grosjean Resmi Menikah

Marion Jolles & Romain Grosjean (Foto: PlanetF1)
Marion Jolles & Romain Grosjean (Foto: PlanetF1)
CHAMONIX – Romain Grosjean mungkin meninggalkan Sirkuit Valencia dengan kekecewaan, namun, dia kini bisa tersenyum karena pada hari Rabu lalu, Grosjean resmi menikah dengan kekasih yang telah lama dikencaninya.

Jauh dari sorotan media, pembalap Lotus itu resmi menjadi suami dari Marion Jolles, wanita yang bekerja untuk saluran TV Prancis TF1 sebagai reporter motorsport. Pernikahan mereka digelar di Chamonix, Prancis.

'Rabu (27/6/2012) sore pukul 17:00 waktu setempat, di hadapan keluarga dan teman dekat, termasuk Tim Prinsipal Lotus F1 Eric Boullier, Romain menjadi suami dari Marion di hari yang hangat dan cerah di Chamonix," kata sebuah pernyataan dari timnya yang dirilis dalam situs resmi Lotus F1.

"Jadi sekali lagi, kami semua dari Tim Lotus F1 mengucapkan selamat kepada Romain dan Marion dan kami semua berharap yang terbaik untuk masa depan mereka dan semoga berbahagia selamanya.”
 

JAKARTA - Satu lagi olahraga jenis beladiri masuk Indonesia. Namanya Yongmoodo. Mulai 2012, Yongmoodo siap semarakkan keragaman beladiri di Indonesia.

Berawal dari kebutuhan TNI Angkatan Darat memeriahkan HUT TNI pada 2008, Letjen Danko Diklat Gatot Bambang Nurmantyo bertolak ke Korea Selatan. Ia mencari jenis beladiri yang akan dipentaskan dalam HUT ke-62 TNI di Dermaga Ujung, Surabaya.

"Dalam perjalanan itulah saya menemukan Yongmoodo. Sebuah jenis beladiri yang merangkum beberapa jenis beladiri lainnya seperti taekwondo, karate, jujitsu. Dan, dalam HUT TNI, Yongmoodo-lah yang kami persembahkan," tutur Gatot.

Dinilai sejalan dengan falsafah militer yang menjunjung sportivitas dan patriotisme, beladiri tangan kosong ini pun mulai jadi beladiri wajib di Angkatan Darat.

"Tanpa mengurangi eksistensi jenis beladiri yang lain, mulai 2008 Yongmoodo jadi beladiri wajib Angkatan Darat," tandas Gatot.

Sejak itu, didirikanlah Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI). Dan, rencananya, beladiri itu siap disosilisasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Tidak hanya Angkatan Darat, mulai 2012 kami sosilisasikan ke seluruh masyarakat Indonesia. Rencana itu tak lepas dari berdirinya FYI," jelas Gatot yang dipilih sebagai Ketua FYI.

"Sebagai langkah awal, kami roadshow ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Malang, dan Bandung. Rencananya, Selasa (22/5), kami gelar di Jakarta. Tepatnya di Sport Mall Kelapa Gading," lanjut Gatot.

Bahkan, ada rencana memasukkan FYI sebagai bagian di bawah KONI agar ke depan dapat dipertandingkan di tingkat SEA Games atau event olahraga internasional lainnya.

"Jika FYI sudah punya 8 Pengda yang mau membangun Yongmoodo, kami akan ajukan FYI sebagai anggota KONI. Tidak menutup kemungkinan, ke depan Yongmoodo dilombakan di SEA Games atau ajang olahraga lainnya," pungkas Gatot.

Sementara Ketua Umum Federasi Yongmoodo Indonesia Letnan Jenderal TNI Gatot Bambang Nurmantyo, menyatakan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang besar ini, pihaknya akan berusaha berbuat yang terbaik demi menghidupkan organisasi ini dan memberikan dukungan, masukan dan bantuan semua pihak agar organisasi Federasi Yongmoodo Indonesia dapat mewujudkan beladiri yang bertujuan untuk bela bangsa.

”Dimana Yongmoodo memiliki tujuan positif melatih keberanian serta patriotisme kepada para prajurit sebagai garda terdepan pengamanan terhadap NKRI. Spesifiknya adalah olahraga gabungan dari beladiri perkelahian jarak dekat,” katanya.

Yongmoodo ini mengutamakan ketepatan, kecepatan dan kekuatan. Menurut Gatot, sudah 4 tahun ini berkembang, kerena prestasi Yong Moodo Indonesia ini sangat menggembirakan dengan menyabet juara umum no 2 Championship di Korea dengan 2 emas, 1 perak an 2 perunggu.

Dengan demikian maka beladiri ini adalah beladiri militer, bukan berarti eksitensi beladiri lain-lainnya ada yang ada di Angkatan Darat dihapuskan, seperti silat, karate, aikido, yudo tetap ada. Petunjuk Kasad ke depan prajurit-prajurut TNI AD harus memiliki minimal 2 jenis bela diri.

”Beladiri Yongmoodo akan dikembangkan seluruh Indonesia yang nantinya dan semua berdiri sama yaitu wujudkan sifat maupun watak patriotisme. Kedepan diharapkan dengan beladiri maka seluruh masyarakat Indonesia ini dengan bela diri melaksanakan bela bangsa,” pungkasnya.

Sharapova Menatap Roland Garros

Maria Sharapova. (Foto: Reuters)
Maria Sharapova. (Foto: Reuters)
ROMA – Maria Sharapova melakukan persiapan menjelang French Open dengan gemilang. Sharapova berhasil mempertahankan gelar juaranya di WTA Roma.

Seperti diketahui, pertandingan di lapangan tanah liat ini sempat tertunda lantaran hujan yang cukup deras. Saat itu skor lawan Li Na berakhir 4-6 6-4 6-6. Pertandingan sengit terjadi pada babak tie break.

Sharapova sempat memimpin tiga angka, tapi Li Na sempat memberikan perlawanan dengan skor 4-4 dan 5-5. Tapi, Sharapova merebut dua poin terakhir untuk menentukan kemenangan dengan skor 7-5.

Sharapova mengaku kemenangan ini menjadi modal bagus untuk menghadapi turnamen French Open. “Kemenangan ini sangat bagus buat saya untuk bermain di Roland Garros nanti,” kata Sharapova, dikutip dari Reuters, Senin (21/5/2012).

Sharapova memuji permainan Li. Petenis berparas cantik ini sadar dengan kemampua Li, yang bisa bermain gemilang di lapangan tanah liat. Praktis, kemenangan ini sedikit menambah rasa percaya dirinya.

“Saya tahu level permainan Li di lapangan tanah liat tahun lalu, cara dia bertahan dan bergerak, serta kembali ke posisi semula. Li bermain sangat gemilang di permukaan apapun. Jadi, kemenangan ini menambah rasa percaya diri saya,” jelas Sharapova.

“Sangat menyenangkan untuk bisa istirahat satu pekan mulai dari sekarang, setelah bermain di tiga turnamen dalam empat pekan. Saya memiliki waktu untuk istirahat secara mental dan fisik,” tutupnya.

Lorenzo Ikut Terkejut Stoner Start Terdepan

Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
ASSEN – Casey Stoner berhasil meraih pole position dalam sesi kualifikasi MotoGP Belanda, dini hari tadi. Pembalap Jorge Lorenzo mengaku terkejut dengan raihan Stoner tersebut.

Lorenzo memang tampil kurang meyakinkan pada sesi kualifikasi MotoGP Belanda di Sirkuit Assen. Pembalap Yamaha itu akan memulai balapan Minggu dini hari dari posisi ketiga.

“Saya sudah berusaha keras di sesi kualifikasi, tapi saya membuat sedikit kesalahan, di tikungan terakhir saat melakukan pengereman dan membuat kehilangan beberapa detik saja,” jelas Lorenzo.

“Saya sedikit terkejut dengan aksi Stoner di lap terakhir. Itu sangat fantastis dan sangat cepat sekali. Pedrosa juga berhasil mengejar kecepatan Stoner,” sambung pembalap asal Spanyol tersebut.

Duo Repsol Honda mendominasi jalannya sesi kualifikasi yang sempat terganggu turunnya hujan itu. Stoner dan Dani Pedrosa menempati posisi pertama dan kedua. Meski begitu, Lorenzo tetap berambisi untuk meraih kemenangan keempat secara beruntun.

“Kami ada di posisi yang bagus untuk balapan besok masih di urutan depan dan kami memiliki kecepatan yang baik. Saya sangat optimis dengan motor, jadi saya cukup puas dengan posisi ini,” kata Lorenzo.

“Kualifikasi adalah satu hal, tapi begitu juga dengan balapan, pemilihan ban untuk balapan nanti akan sangat penting sekali,” pungkas pembalap asal Spanyol itu.

6 Balapan, 6 Juara = Sejarah Baru F1

Mark Webber saat memenangi GP Monaco sekaligus menciptakan sejarah baru di F1 (Foto: Getty Images)
Mark Webber saat memenangi GP Monaco sekaligus menciptakan sejarah baru di F1 (Foto: Getty Images)
Kompetisi Formula One (F1) 2012 benar-benar menarik. Betapa tidak, setiap seri balapan bergulir, fans dipastikan sulit untuk menebak siapa yang akan jadi juara.

Ya, musim balap kali ini memang jauh berbeda dari balapan di musim-musim sebelumnya. Dalam tiga musim terakhir misalnya, kita hanya disuguhkan pertarungan sengit antara tim-tim top, macam Ferrari, McLaren dan Red Bull Racing.

Pada 2009, Brawn GP yang menggantikan Honda tampil dominan. Sementara pada dua musim berikutnya (2010-2011), giliran Red Bull Racing yang tampil digdaya.

Namun, di musim ini berbeda. Keputusan FIA selaku regulator F1 untuk tidak melakukan banyak perubahan signifikan dalam regulasi, membuat tim-tim lain fokus mengembangkan idenya masing-masing.

Seperti diketahui, pada musim ini FIA hanya memunculkan beberapa aturan baru, yakni pelarangan blown diffuser  dan supply ban dari Pirelli juga berandil besar membuat balapan semakin menarik.

Indikasi pertarungan musim ini bakal sengit adalah dengan munculnya juara baru di setiap seri balapan. Tak ada lagi dominasi salah satu pembalap atau tim. Kekuatan mereka kini merata.

Juara dunia 2009, Jenson Button membuka kemenangan pada seri perdana di F1GP Australia bersama tim McLaren. Di seri kedua giliran pembalap Ferrari, Fernando Alonso jadi juara di Malaysia.

Memasuki seri ketiga, giliran Nico Rosberg bersama Mercedes GP yang naik podium pertama GP China. Juara bertahan sekaligus pembalap andalan Red Bull Racing, Sebastian Vettel, menunjukkan tajinya di seri keempat dengan memenangi GP Bahrain.

Nah, situasi kian seru kala pada seri kelima di GP Spanyol, pembalap muda asal Kolombia, Pastor Maldonado, yang membela tim Williams sukses mencuri perhatian dengan keluar sebagai juara.

Tak sampai di situ, kompetisi F1 musim ini kian menarik lantaran pada seri keenam, muncul juara baru lagi. Pada seri di Monaco, akhir pekan kemarin, giliran rekan setim Vettel di Red Bull, Mark Webber sebagai jawara.

Hadirnya enam juara berbeda dari enam seri yang telah digelar, sontak membuat Formula One musim ini mencatatkan sejarah baru. Ya, sejak balapan pertama kali bergulir pada tahun 1950, inilah kali pertama ada enam pemenang dalam enam seri perdana.

Terakhir, musim paling ketat terjadi pada musim 1983. Ketika  itu ada lima pemenang berbeda dari lima balapan pertama. Mereka adalah Nelson Piquet/Brabham-BMW (GP Brasil), John Watson/McLaren-Ford (GP USA), Alain Prost/Renault (GP Prancis), Patrick Tambay/Ferrari (GP San Marino) dan Keke Rosberg/Williams-Ford (GP Monaco).

Pada akhir musim, juara pada musim 1983 adalah Nelson Piquet yang notabene pemenang seri perdana. Nah, bagaimanakah dengan juara di musim ini?

Juarai Assen, Stoner Samai Poin Lorenzo

Casey Stoner. (Foto: Reuters)
Casey Stoner. (Foto: Reuters)
ASSEN – Casey Stoner berhasil menjuarai balapan MotoGP Belanda, tadi malam WIB. Kemenangan ini membuat Stoner berhasil menyamai poin yang diraih pemuncak klasemen Jorge Lorenzo.

Dengan kemenangan ini, maka Stoner menyamai perolehan poin Lorenzo dengan torehan sama 140 poin. Hasil ini, membuat pembalap Repsol Honda membuat kompetisi menjadi seru lagi. Ini juga menggagalkan Lorenzo meraih empat kemenangan beruntun.

Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012) malam WIB, Stoner mendapatkan sedikit keuntungan setelah Lorenzo terjadi sejak lap pertama setelah bersenggolan dengan Alvaro Bautista pada tikungan pertama.

Sementara itu, pembalap Dani Pedrosa sempat membuat kejutan dengan merebut posisi terdepan. Selama 15 lap, pembalap asal Spanyol itu memaksa Stoner hanya membuntuti motornya dari belakang saja.

Pada lap ke-16, lewat sebuah aksi Stoner berhasil melewati motor Pedrosa untuk pertama kalinya. Hal ini membuat pembalap asal Australia itu semakin percaya diri, dan menggeber motor hingga maksimal.

Lap berikutnya, Stoner semakin jauh meninggalkan Pedrosa dan terus bertahan hingga menyentuh garis finis. Sementara itu, Lorenzo terlihat frustasi dan tidak dapat keluar dari peringkat 19 dari 21 pembalap yang mengikuti balapan kali ini.

Duel seru juga terjadi pada perebutan peringkat ketiga. Andrea Dovizioso berhasil melewati pembalap Yamaha Ben Spies, satu lap menjelang bubaran untuk memastikan podium terakhir di MotoGP Belanda.

Nazar Prandelli Jika Italia Juara

KIEV – Duel seru di lini tengah akan terjadi saat Spanyol bersua Italia di partai final. Namun, allenatore Cesare Prandelli menilai kekuatan lini tengah Gli Azzurri tidak kalah kelas dengan lini tengah Tim Matador. “Saya berharap kami bisa bermain positif dan mengontrol pertandingan. Tujuan kami adalah menutup ruang gerak dan memenangkan perebutan bola,” ungkap Prandelli dalam jumpa pers di Olympia Stadium, dilansir Goal, Minggu (1/7/2012). Lapangan tengah memang menjadi salah satu kunci sentral dalam pertandingan ini. Duel seru akan terjadi antara Andrea Pirlo melawan Xavi Hernandez. Prandelli yakin kualitas lapangan tengah Italia tidak kalah dengan Spanyol. “Pemain lini tengah kami banyak pemain bagus, kami bisa menutup banyak daerah dan menekan daerah itu. Kami memiliki pemain yang bisa meningkatkan level permainan, dan pemain itu adalah Andrea Pirlo,” papar Prandelli. “Kami mencoba untuk mendapatkan bola, tapi tergantung terhadap kami dan juga bagaimana bagusnya permainan Spanyol. Untuk kami, ini sangat penting untuk tetap fokus terhadap target kami,” sambungnya. Prandelli melanjutkan, kunci dari pertandingan ini adalah menemukan pemain yang tidak terjaga oleh pemain Spanyol. “Kami harus bisa menemukan momen yang tepat, sehingga kita dapat memiliki keunggulan numerik di daerah tertentu dari lapangan,” tandasnya.

Nazar Prandelli Jika Italia Juara

KIEV – Italia berpeluang mengakhiri dahaga 44 tahun tanpa gelar Piala Eropa. Jika Italia keluar sebagai juara Euro 2012, Cesare Prandelli bernazar akan berjalan kaki sejauh 11 km menuju sebuah Gereja Bieleny dari hotel tempat tim Azzurri menginap.

Pelatih berusia 54 tahun itu akan berjalan kaki bersama kiper sekaligus kapten Italia Gianluigi Buffon. Ini merupakan nazar keempat Prandelli.

Sebelumnya, nazar pertama Prandelli dibuat sewaktu Gli Azzurri lolos dari fase Grup C. Ketika itu, Prandelli berjalan kaki sejauh 22 km selama tiga setengah jam menuju Gereja Camaldola.

Pelatih yang menangani Italia sejak Juli 2010 ini lantas melakukan ziarah lagi menuju Gereja Wieliczka sejauh 11 km dengan berjalan kaki menyusul keberhasilan Azzurri lolos ke semifinal.

Terakhir, Prandelli baru saja mengunjungi sebuah Gereja di Krakow pada Jumat lalu pasca-keberhasilan Italia mengalahkan Jerman di semifinal. Jarak gereja tersebut dari kamar hotel adalah 10 km.

Seperti diberitakan La Republica, Minggu (1/7/2012), Prandelli yang dalam ziarah ini ditemani para staf pelatihnya baru kembali ke kamar hotel pada pukul 05.00 pagi waktu setempat.

7 Ribu Personel Amankan Laga Final

Suasana di Kiev. (Foto: Fitra Iskandar/Okezone)
Suasana di Kiev. (Foto: Fitra Iskandar/Okezone)
KIEV – Beberapa jam lagi pertandingan final Euro 2012 di Kiev bakal digelar. Pendatang terlihat mulai membanjiri jalan-jalan di Kota Kiev terutama di sekitar Stadion Olimpyskiy. Situasi ini membuat polisi setempat meningkatkan pengamanan.

Selain di Stadion, fan zone menjadi fokus perhatian pihak keamanan karena diprediksi akan kembali dipenuhi suporter untuk menonton pertandingan melalui layar besar yang disediakan organisator fanzone. Demikian pantuan langsung Okezone di Ukraina.

Menurut data dari Media Centre Kota Kiev, 543 petugas keamanan akan diturunkan di hari final yang mempertemukan Spanyol vs Italia pukul 21.45 malam ini waktu setempat. Sementara secara keseluruhan terdapat 7 ribu petugas tersebar di berbagai tempat.

Polisi di sekitar fanzone rutin melakukan patroli baik di dalam maupun di luar fan zone. Di pintu masuk penjagaan juga semakin ketat.Pengunjung dilarang membawa minuman alkohol dari luar fanzone, benda yang mudah terbakar, dan benda tajam.

Kamera profesional pun tidak diperkenankan masuk terutama bagi awak media. Sementara itu, sejumlah fans Italia dikabarkan sulit untuk masuk ke Ukraina dari Polandia, karena kehabisan tiket kereta api.

Penyebabnya, menurut salah satu suporter di fans embasy Italia, tiket telah habis dipesan pendukung Jerman yang berencana menonton final di Kiev setelah laga semifinal Italia vs Jerman di Warsawa Polandia.Namun ternyata Jerman angkat koper ke Munich karena Italia yang mendapat tiket final berkat dua gol Mario Balotelli.

Del Bisque Beberkan Kunci Kesuksesan Spanyol

Vicente Del Bosque. (Foto: Reuters)
Vicente Del Bosque. (Foto: Reuters)
KIEV – Selama empat tahun, Spanyol meraih kesuksesan di pentas internasional. Namun, Vicente Del Bosque mencoba membeberkan kunci kesuksesan Tim Matador.

Ya, Spanyol memang mengalami sebuah era yang sangat luar biasa. Xavi Hernandez dkk secara mengejutkan meraih gelar juara di turnamen besar Euro 2008 dan Piala Dunia 2010.

Malam ini, La Furia Roja (julukan lain Spanyol) akan mencoba mempertahankan gelar juara Euro dengan menghadapi Italia. Del Bosque mengatakan kesuksesan Spanyol tidak terjadi secara kebetulan.

“Kesuksesan kami tidak kebetulan dan sudah membangun banyak hal, dalam sebuah struktur sepakbola, akademi dan kepelatihan yang lebih baik,” demikian beber Del Bosque dalam jumpa pers di Olympia Stadium.

“Klub di Spanyol mulai membiasakan diri untuk melatih pemain muda, beberapa anak-anak juga meninggalkan Negara ini untuk berlatih di tim luar negeri saat masih muda,” sambungnya, dilaporkan Eurosport, Minggu (1/6/2012).

“Sebelumnya, kami memang harus berpegian untuk melihat akademi sepakbola di Prancis, Rusia dan Jerman. Sekarang, kebanyakan Negara ini datang untuk melihat apa yang kami lakukan di Spanyol,” tandasnya.

Apa Kata Media Italia Jelang Laga Final

Halaman depan La Gazzetta dello Sport edisi Minggu (1/7) ini
Halaman depan La Gazzetta dello Sport edisi Minggu (1/7) ini
ROMA – Malam ini akan menjadi malam yang mendebarkan bagi 60 juta warga Italia. Negara yang begitu gandrung terhadap calcio alias sepak bola ini akan tampil di final Euro 2012 menghadapi juara bertahan Spanyol.

Bagaimana reaksi media-media Negeri Pizza ini terhadap laga puncak Euro 2012 tersebut? Berikut kutipannya dari Football-Italia, Minggu (1/7/2012).

Harian ternama La Gazzetta dello Sport menurunkan headline “Inisieme!” Yang berarti “Bersama!” Dengan foto para pemain Italia yang sedang membentuk lingkaran tengah merayakan kemenangan.

Dalam leadnya, La Gazzetta menulis begini “Prandelli mengincar gelar yang tidak pernah kita menangkan selama 44 tahun. Prandelli: ‘Sepak bola terbuka menghadapi juara dunia.’ Napolitano menulis: Semangat tim Anda merupakan contoh bagi negara ini.’”

Corriere dello Sport menampilkan foto besar hampir setengah halaman kala pemain-pemain Italia merayakan kemenangan adu penalti atas Inggris. Judul headline mereka adalah “Vi Vogliamo Cosi’!” yang artinya “Inilah Bagaimana Kami Menginginkan Kalian!”

Lead Corriere dello Sport berbunyi “Pertarungan hebat melawan Spanyol, seluruh negara bersemangat, Napolitano menulis kepada Prandelli: ‘Terima kasih, saya menghadapkan kalian menjadi juara’”

Sementara satu lagi surat kabar ternama yang berbasis di Turin, Tuttosport menampilkan huruf besar “Scatenate L’Italia!” yang berarti “Lepaskan Italia!” dengan lead “Malam ini tantangan hebat melawan Spanyol, di kala Eropa mendekati saat terakhir.”

Lorenzo: Hukuman kepada Bautista Tidak Fair

Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, mengatakan bahwa hukuman yang diterima Alvaro Bautista masih terlalu ringan. Pasalnya, dengan penalti grid tak memberikan efek jera kepada para pebalap yang melakukan kesalahan serupa. Pada balapan seri ketujuh di Assen, Belanda, Sabtu (30/6/2012), Bautista melakukan kesalahan fatal karena terlalu agresif. Saat balapan baru dimulai dan memasuki tikungan pertama, pebalap Gresini Honda tersebut tak bisa mengendalikan motornya sehingga jatuh dan menghantam Lorenzo. Alhasil, kedua pebalap tersebut tak bisa melanjutkan lomba. Pergerakan yang dilakukannya merupakan sebuah bencana, tetapi keputusan yang pimpinan lomba berikan bahkan lebih menyedihkan. -- Jorge Lorenzo Dari hasil investigas, pimpinan lomba menyatakan bahwa Bautista bersalah. Sebagai hukuman, pebalap Spanyol ini akan start dari posisi paling belakang pada balapan pekan depan di Sachsenring, Jerman. Namun Lorenzo tak puas dengan hukuman yang dijatuhkan kepada kompatriotnya tersebut. Menurut juara dunia 2010 ini, Bautista pantas dihukum tak boleh balapan satu seri, seperti yang dialaminya pada tahun 2005, ketika terlibat kecelakaan dengan Alex de Angelis di Motegi, pada balapan kelas 250 cc. "Saya pikir ini benar-benar sebuah bencana. Ini bencana bagi saya," ujar Lorenzo kepada situs resmi MotoGP. "Ini bukan sebuah perasaan yang bagus karena dia orang Spanyol seperti saya dan itu terjadi dengannya. "Pergerakan yang dilakukannya merupakan sebuah bencana, tetapi keputusan yang pimpinan lomba berikan bahkan lebih menyedihkan. Setiap kali tak ada hukuman kepada pebalap sehingga mereka bisa belajar untuk masa mendatang. Memulai balapan berikutnya di posisi paling belakang tidak cukup untuk menjadi pelajaran. "Ketika saya membuat sebuah kesalahan di Jepang pada 2005, saya dilarang tampil satu seri. John Hopkins pun mengalami hal yang sama di Jepang pada tahun lainnya (2003). Dan untuk (Bautista) ini hanya start di posisi terakhir pada balapan berikutnya, merupakan hal yang tidak fair. "Kami berharap kami akan beruntung di waktu lain dan itu tidak terjadi lagi. Tetapi jika kami tidak menghukum para pebalap, mereka akan melakukan hal gila lain seperti yang dilakukan Alvaro pada hari ini." Akibat kecelakaan tersebut, mesin Yamaha milik Lorenzo mengalami kerusakan. Karena itu, mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc tersebut meminta dispensasi menggunakan tambahan unit untuk menggantinya. "Pimpinan lomba mengatakan kepadaku bahwa mereka akan memberikan satu mesin lagi," ujarnya. "Saya ingin berterima kasih kepada mereka atas keputusan tersebut, tetapi keputusan terhadap Alvaro tidak fair." Dengan gagalnya Lorenzo meraih poin di Assen, sedangkan di pihak lain pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, menjadi pemenang, maka kini poin mereka sama, yaitu 140. Padahal sebelum lomba seri ketujuh ini, Lorenzo unggul 25 poin dari sang juara bertahan, sehingga dia hanya perlu masuk garis finis dan menuai poin untuk terus berada di depan.

Rossi: Ducati Sudah Meyakinkan Saya

- Harapan Valentino Rossi untuk menuai hasil yang bagus di Sirkuit Assen, Belanda, Sabtu (30/6/2012) harus pupus. Ketika balapan tersisa 10 lap, dari total 26 lap, "The Doctor" terpaksa masuk garasi dengan kondisi ban belakang rusak, untuk menggantinya. Alhasil, juara dunia tujuh kali MotoGP ini pun harus mengakhiri balapan seri ketujuh tersebut di urutan ke-13. "Tak mungkin terus bertahan," jelas Rossi mengenai keputusannya untuk kembali ke pit lane. "Spies dan Barbera juga mengalami masalah serupa, tetapi itu terjadi kepada mereka ketika tersisa empat lap lagi. Saya tidak bisa membuat itu bertahan sampai garis finis. Saya sudah berbicara kepada mereka yang ada di sini, di trek, dan mereka menjamin saya bahwa mereka sepenuhnya berkomitmen terhadap proyek ini. -- Valentino Rossi "Pengesetan kami identik dengan apa yang kami gunakan saat warm-up, dan pagi ini saya menyelesaikan 13 lap dengan ban lunak tanpa masalah. Tetapi secara tiba-tiba, setelah balapan dimulai, saya merasa getaran di bagian belakang, dan itu tak pernah terjadi sebelumnya. Kondisi itu sulit untuk mengendarai motor." Meskipun demikian, pihak Ducati belum mengetahui secara pasti mengapa ban begitu mudah hancur. Apalagi, hanya mereka yang mengalami hal buruk tersebut - walaupun ada sejumlah pebalap mengeluh, yang membuat Bridgestone segera melakukan investigasi. "Kali ini kami kehilangan banyak potongan dari ban, sesuatu yang hanya terjadi ketika ban mengalami panas yang berlebihan. Ini membuang peluang, karena seharusnya kami bisa meraih hasil yang bagus. Saya melakukan start yang bagus, dan sebelum mengalami masalah, saya mempelajari Hayden dan melihat di mana saya bisa mengalahkannya. Nicky lebih kuat di bagian pertama sirkuit, tetapi saya bisa mengejarnya lagi di bagian yang lebih cepat." Lalu, bagaimana pendapat Rossi mengenai Ducati? "Saya sudah berbicara kepada mereka yang ada di sini, di trek, dan mereka menjamin saya bahwa mereka sepenuhnya berkomitmen terhadap proyek ini. Tetapi kami perlu melihat pembaruan apa yang bisa dilakukan pada seri-seri berikutnya, dan jika kami bisa menjadi kompetitif. Saya pikir kami bisa terus kompetitif, tetapi yang terpenting adalah Ducati percaya 100 persen kepada apa yang pebalap katakan kepada mereka." Rossi juga kembali menegaskan bahwa dia tetap percaya kepada direktur teknik Ducati, Filippo Preziosi. Mantan pebalap Honda dan Yamaha ini mengakui, Preziosi merupakan roh perusahaan, sehingga dia harus mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari tim. Peraih sembilan gelar grand prix ini pun berbicara tentang kecelakaan yang menimpa pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo. Menurutnya, jika Alvaro Bautista tak melibatkan Lorenzo dalam kecelakaan di tikungan pertama lap pertama, maka Lorenzo bisa mematahkan dominasi Repsol Honda, yang finis 1-2. "Anda bisa saja membuat kesalahan di tikungan pertama, tetapi kali ini kesalahan tersebut terlalu besar," ujar Rossi tentang apa yang dilakukan Bautista. Dia mengerem 20 atau 30 meter lebih lambat dari biasanya. Ketika saya melihat dia lewat begitu cepat, saya bertanya pada diri sendiri, 'seberapa banyak yang akan dilewatinya?' Saya pikir dia pantas mendapatkan hukuman."
Petenis andalan Indonesia, Christopher Rungkat, berhasil mempertahankan gelar juara di Indonesia Men’s F1 Futures 2012 setelah menumbangkan petenis asal Korea, Nam Ji Sung, dua set langsung 7-6, 6-1 di Pusat Tenis Kemayoran, Minggu. "Kuncinya di set pertama. Sebelumnya pernah lawan dia juga di China tahun lalu, jadi sudah tahu bagaimana permainan dia. Pemain Korea biasanya tidak tahan juga main di sini karena panas," kata Christo usai bertanding. Pada set pertama, Christo sempat memimpin hingga 3-0, namun Christo yang beberapa kali melakukan kesalahan justru memberi peluang pada Ji Sung untuk mencuri poin hingga menyamai kedudukan 3-3. Ji Sung semakin merapatkan skor hingga kedudukan kembali sama 6-6 dan memaksa Christo bermain tie-break. Christo kembali bangkit dan menang di set pertama 7-6. "Di set pertama saya ambil momentum langsung 3-0 tetapi setelah itu hilang momentum. Akhirnya saya terlalu terburu-buru, sering mati sendiri," jelas petenis berusia 22 tahun itu. Namun di set kedua, Christo menang mudah. Ji Sung hanya memimpin 1-0 namun Christo mencegahnya untuk menambah poin lagi. Christo terus mencuri poin dari Ji Sung. Servis-nya yang tajam, tak mampu dikejar oleh Ji Sung hingga menambah poin 1-3. Beberapa kali Ji Sung melakukan pukulan yang menyentuh net dan poin-nya semakin tertinggal. Christo menutup kemenangan dengan pukulan ace tajam sehingga unggul 6-1. "Set kedua dia sudah habis," kata Christo. Sementara itu, Ji Sung, peringkat 1334 dunia, mengakui sudah kelelahan di set kedua. "Saya sudah lelah di set kedua. Dia juga pemain yang bagus, saya banyak belajar dari dia seperti kecepatan, stamina, dan mental," kata pemain berusia 18 tahun itu. Christo yang merupakan juara turnamen berhadiah total 15.000 dolar AS tahun lalu itu, berhak mendapatkan hadiah senilai 1.950 dolar. Lewat kemenangannya ini, ia juga berhasil mempertahankan poin dari kemenangannya tahun lalu sehingga memungkinkan peringkatnya naik. Ia kembali bermain untuk Indonesia Men’s F2 Futures 2012 yang akan dimulai pada 3 Juli dan kembali menargetkan menang. "Target menang lagi. Kalau stamina tidak masalah," ujar petenis yang akan melanjutkan turnamen Challenger di Beijing, China, dua pekan mendatang.

Roy Jones Jatuh, namun Menang

- Petinju veteran AS, Roy Jones Jr sempat dipukul jatuh sebelum menang angka atas petinju Polandia, Pawel Glazewski, Sabtu (Minggu WIB). Dalam pertarungan yang berlangsung di Atlas Arena, Lodz, Polandia ini, Jones (56-8 40 KO) dinyatakan menang angka atas Glazewski yang kini mencatat 17 kali menang dan sekali kalah dengan 4 KO. Jones langsung merangsek Glazewski yang memiliki pukulan lembek. Namun di ronde keenam, petinju Polandia ini mengejutkan Jones dengan memukulnya jatuh. Beruntung Jones mampu bangkit dan mengakhiri pertarungan dengan kemenangan angka. Tiga hakim memberi poin 96-93 96-94 buat kemenangan Jones sementara satu hakim memenangi Glazewski 95-94. Jones sebenarnya berencana bertemu penantang peringkat 4 kelas berat ringan WBC, Dawid Kostecki. Glazewski sendiri merupakan penantang peringkat 9 kelas berat ringan WBC.

Seberangi Kuba-Amerika Tanpa Kurungan Hiu

- Perenang maraton Penny Palfrey, Minggu gagal dalam usahanya menyelesaikan pemecahan rekor berenang 166 km dari Kuba ke Amerika Serikat. Palfrey, nenek berusia 49 tahun, mulai memasuki perairan Selat Florida sekitar Jumat malam dan berenang selama 40 jam, kata Andrea Woodburn, anggota pendukung logistik Palfrey dalam satu surat elektronik. Surat elektronik yang dikirim ke para wartawan pukul 01.01 waktu setempat (05.00 Ahad), mengatakan Palfrey mundur dari laut itu "karena arus tenggara yang kuat yang membuat dia tidak mungkin untuk melanjutkan renangnya." Woodburn tidak menyebut lokasi pasti tempat Palfrey menghentikan usahanya, tetapi ia telah berenang separuh jalan melintasi laut yang berbahaya yang memisahkan Kuba yang komunis dari Amerika Serikat. Palfrey, yang lahir di Inggris tetap tinggal di Australia, semula mengharapkan dapat menyelesaikan pelintasan itu dan tiba di satu tempat di Florida selatan dalam 40 sampai 50 jam. Ia berenang setelah dua usaha yang gagal tahun lalu oleh perenang maraton AS Diana Nyad, kini 62 tahun untu melintasi Selat Florida, yang dikenal karena arusnya yang kencang dan cuaca yang tdak bisa diramalkan. Usaha itu diselesaikan dengan sukses oleh perenang Australla Susan Maroney Mei 1997, tetapi tidak sama dengan Nyad dan Palfrey ia menggunakan kurungan hiu.

Hadiah Ulang Tahun Phelps

- Michael Phelps  merayakan ulang tahun ke 27 dengan mengalahkan pesaing utamanya, Ryan Lochte di uji coba tim Olimpiade AS.

Kali ini, Phelps yang akan bersiang dengan Lochte di Olimpiade London, mengalahkan pesaingnya tersebut di nomor 200 meter gaya ganti perorangan.

Senin lalu, Lochte mengalahkan Phelps di nomor 400 meter gaya ganti perseorangan.

Di nomor 200 meter gaya ganti, Phelps mencapai finish  dengan catatan waktu 1 menit 54.84 de3tik. Lochte mencatat waktu 0.11 detik di belakang Phelps.

"Menyenangkan sekali dapat meraih kemenangan lagi," kata Phelps. Baik Phelps dan Lochte berharap mencapai kondisi puncak di London pada akhir Juli mendatang.

Phelps telah memastikan diri lolos dalam empat nomor di Olimpiade London dan berharap lolos di nomor 100 meter gaya kupu-kupu.
 

Petaka Persijap di Ujung Musim

JEPARA – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah gambaran perjalanan Persijap di kompetisi musim ini. Alih-alih ingin memberikan hiburan kemenangan kepada para pendukungnya, Persijap justru harus menanggung malu.

Menjalani laga terakhir musim ini melawan Arema Malang di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara tadi malam, Persijap dipaksa mengakui keunggulan tamunya dengan skor tipis 0-1.

Gol tunggal Andrew Barisic di satu menit menjelang akhir pertandingan membuat Persijap menyerah di depan pendukungnya untuk kesekian kalinya. Kekalahan tadi malam bukan hanya menjadi petaka di pengujung musim, namun bisa saja berimbas terhadap posisi Persijap di papan klasemen.

Peluang Persijap untuk melampaui atau setidaknya menyamai pencapaian musim lalu sudah bisa dipastikan tertutup. Musim ini Persijap harus rela menyelesaikan kompetisi dengan berada di papan bawah. Jauh lebih buruk dibandingkan ”prestasi” musim lalu yang finish di papan tengah.

Mengantongi nilai 14, Persijap tertahan di peringkat kesepuluh dari 12 kontestan Indonesian Premier League (IPL) musim 2011/2012. Posisi Persijap masih bisa tergeser ke peringkat 11 atau bahkan menjadi juru kunci di akhir kompetisi. Lantaran tim yang berada di bawahnya yakni PSMS dan Bontang FC masih menyisakan empat pertandingan.

”Para pemain sudah berjuang maksimal di pertandingan ini. Seluruh kemampuan mereka telah dikeluarkan untuk meraih kemenangan. Tapi kami kecolongan di menit-menit akhir. Meskipun kalah, saya tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja seluruh pemain di lapangan,” kata Sartono Anwar, pelatih Persijap.

Kepada publik sepak bola Jepara, Sartono Anwar menyampaikan permohonan maafnya. Sebab, dia gagal membawa Persijap untuk memperbaiki peringkat di kompetisi musim ini.

Tampil dengan skuad utama, Persijap sebenarnya mampu mengimbangi permainan Arema. Tusukan-tusukan yang dilakukan duet striker Julio Lopez dan Made Wirahadi beberapa kali mengancam gawang tim berjuluk Singo Edan tersebut. Sayang, hingga akhir pertandingan tidak ada satupun gol yang tercipta.

Sementara itu, kubu Arema yang memang masih menyimpan misi menuju papan atas tampil lebih dominan. Sepanjang pertandingan, kiper Persijap Danang Wihatmoko harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari serbuan lawan.

Kanoute Resmi ke Liga China

BEIJING - Sevilla telah mengumumkan bahwa striker Frederic Kanoute telah meninggalkan klub untuk bergabung dengan klub Chinese Super League (CSL), Beijing Guoan. Pemain internasional Mali terungkap telah menentukan pilihan untuk karier selanjutnya awal pekan ini. Sebelumnya, Timur Tengah dan Amerika Serikat merupakan pilihan alternatif Kanoute selain China. Namun, dia kini telah menandatangani kontrak dua tahun dengan klub ibukota China tersebut. Beijing Guoan saat ini menduduki peringkat ketiga di klasemen CSL, dan berselisih tujuh poin dari pemimpin klasemen, Guangzhou Evergrande. Kanoute mendarat di Sevilla pada tahun 2005 setelah dua tahun membela Tottenham Hotspur. Dia juga telah menjadi ikon di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, karena sepanjang kariernya bersama Sevilla, Kanoute menjaring 136 gol dalam 290 pertandingan. Selama berada di Spanyol, Pemain Terbaik Afrika tahun 2007 ini membantu Sevilla memenangi dua Piala UEFA, satu Piala Super UEFA, dua trofi Copa del Rey dan satu Supercopa Spanyol.

Lloris Calon Pengganti Reina?

LIVERPOOL – Kiper nomor satu Timnas Prancis, Hugo Lloris dikabarkan tengah diincar Liverpool, yang takut akan kehilangan Pepe Reina sebelum musim depan dimulai. Rumor yang beredar mengatakan, Liverpool siap mengajukan tawaran kepada Olympique Lyon, klub yang memiliki Lloris saat ini. Namun, belum diketahui berapa nilai yang ditawarkan manajemen The Reds untuk menggaet Lloris. Menurut The Mirror, Pelatih baru Liverpool, Brendan Rodgers ingin Lloris jika AC Milan benar-benar ingin merekrut Reina. Bila hal itu terjadi, maka skenario mendatangkan Lloris akan dilakukan The Reds. Namun, transfer Lloris akan terjadi bila Lyon bersedia menjual kiper andalan mereka itu. Harga yang diminta pasti tinggi, mengingat Lloris juga tampil bagus bersama Les Bleus di ajang Euro 2012. Reina saat ini masih bersama skuad Spanyol di Euro 2012 untuk menghadapi final melawan Timnas Italia. Sementara Timnas Prancis sendiri disingkirkan La Furia Roja di babak perempatfinal. Laporan dari media Italia mengklaim bahwa Reina masuk radar Rossoneri dan dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menggantikan Cristian Abbiati yang mulai dimakan usia.

Afellay Tolak Tawaran Lille

BARCELONA – Gelandang serang Barcelona, Ibrahim Afellay dikabarkan menolak tawaran dari klub Prancis, Lille, meskipun kesepakatan telah dicapai oleh kedua klub. Menurut Mercato365, Lille memilih pemain internasional Belanda itu sebagai pengganti yang ideal Eden Hazard yang hengkang ke Chelsea. Sayang, Afellay tampaknya tak tertarik melanjutkan kariernya di kompetisi Ligue 1. Padahal, Lille sudah mengajukan tawaran yang nilainya disetujui Barcelona, yakni sebesar delapan juta euro. Belum lagi Lille juga menawarkan gaji cukup tinggi, sebesar dua juta euro per musim, sayang mantan pemain PSV Eindhoven itu tak juga tertarik. Besar kemungkinan, Afellay memilih bertahan di Camp Nou, mengingat musim pertamanya bersama Blaugrana tak mengesankan akibat cedera yang membuat absen nyaris satu musim kompetisi. Pemain berusia 26 tahun ini ingin meyakinkan pelatih baru Barcelona, Tito Vilanova bahwa dirinya memiliki kualitas untuk dipertahankan. Afellay mau membuktikan, tanpa cedera dirinya bisa berguna untuk tim asal Katalan tersebut. Afellay hanya tampil lima kali sepanjang musim 2011-2012, dia juga tak mampu bersinar di ajang Euro 2012 setelah gagal membawa Timnas Belanda lolos fase grup. Saat ini dipercaya, Barcelona masih membuka pintu untuk klub lain yang berminat membeli Afellay, meski semua tergantung apakah klub tersebut dapat membuat Afellay tertarik.

Pekan Depan Owen ke Dubai?

DUBAI – Bomber veteran asal Inggris, Michael Owen bisa dibilang sudah setengah jalan menuju Al Shabab, sebuah klub Uni Emirat Arab (UEA). Pihak Al Shabab sudah mengklaim bahwa tahapan negosiasi mereka sudah mencapai progres yang lebih maju. Owen yang yang tak diperpanjang kontraknya oleh Manchester United, mesti mengandalkan agennya untuk mencarikan klub baru. Sang agen pun sempat menawari servis The Wonder Kid ke beberapa klub jazirah Arab dan Al Shabab menjadi salah satu yang paling serius. “Saat ini, negosiasinya telah mencapai level yang lebih maju dengan para pemain asing yang kami minati, termasuk Owen. Kami berharap bisa cepat merekrutnya dan mungkin sepekan lagi segalanya sudah lebih jelas,” terang direktur eksekutif Al Shabab, Saeed Al Marri. Kendati klub berjuluk Singa Putih itu mengaku berminat, tapi segalanya masih akan merujuk pada pendapat pelatih anyar mereka, Marcos Paqueta. Kondisi Owen yang sudah rentan cedera pun menjadi pertimbangan dewan direksi. “Direksi klub masih akan sedikit berdiskusi lagi dan setelah itu kami akan membuat keputusan berdasarkan pemain mana yang dianggap pas dengan skema pelatih baru kami, Marcos Paqueta,” lanjutnya, seperti disitat Goal, Minggu (1/7/2012). “Owen ditawarkan ke Shabab dan beberapa klub lain di UEA dan kami (dewan direksi) telah duduk bersama dan membicarakan banyak hal. Tentu dia menjadi opsi bagi kami, tapi kesepakatan ini masih akan terjadi dalam dua-tiga tahap lagi,” tambah Al Marri. “Kita harus lihat dulu, apa yang bisa dilakukannya untuk kami dan setelah itu kami akan mengevaluasinya. Kami sudah membicarakan hal ini kepada Marcos terhadap semua pemain asing yang akan datang ke klub ini,” tutup sang direktur eksekutif.

Le President Lepas Jabatan

PARIS – Tepat setelah dua hari lepas kegagalan Prancis di Euro 2012, Laurent Blanc menyatakan mundur dari jabatan kepelatihannya. Blanc memutus pembicaraan dengan presiden FFF (PSSI-nya Prancis), Sabtu malam waktu setempat. Sedianya, capaian Blanc tak sebegitu jeleknya di Polandia-Ukraina. Mereka dihentikan juara bertahan, Spanyol di babak perempatfinal dan sebelumnya di babak Grup, mereka sukses mempertahankan harga diri historis dengan musuh tradisional mereka, Inggris. Tapi skuad Prancis benar-benar masih menjadi sorotan, terutama karena tingkah-laku mereka. Sebelum Euro, Patrice Evra pernah berulah dan akhirnya membawa korban posisinya di bek kiri yang digusur Gaël Clichy. Santer juga terdengar adanya keretakan harmoni tim usai tim Ayam Jantan dihentak Swedia 0-2 pada laga terakhir fase Grup. Lantas, ada pula ‘balada’ perseteruan Samir Nasri dengan awak media dan bahkan sempat menantang seorang reporter untuk baku pukul. Sebelumnya, entraîneur (pelatih) berjuluk Le Président itu bertemu presiden FFF, Noel Le Graet untuk mendiskusikan masa depan Blanc. Awal pertemuan mereka terjadi Kami lalu. Tapi sebelum ada yang tercapai, Blanc lebih dulu memutuskan mundur. Kemungkinan besar, Blanc memang sudah tak berniat bertahan. Mantan bek tim nasional Prancis itu disinyalir sudah tak dalam mood yang bagus karena perpanjangan kontraknya tak dilakukan sebelum Euro. Sementara, calon favorit pengganti Blanc adalah Didier Deschamps, rekan Blanc di timnas Prancis saat memenangkan Piala Dunia 1998. Banyak yang menyayangkan kepergian Blanc dari skuad Le Bleus. Salah satunya dalah Michel Hidalgo, mantan nahkoda Prancis era 70-80an. Hidalgo menganggap Blanc adalah sosok pas dan berkualitas untuk menukangi Prancis. Bukti bangkitnya performa skuad dari reruntuhan bencana Raymond Domenech, menjadi referensi nyata Blanc. “Sangan disayangkan Blanc tak bertahan. Sulit untuk dimengerti tapi keputusan itu mutlak pilihan Blanc,” ujar Hidalgo kepada BFMTV, Minggu (1/7/2012). Sementara berbicara soal Deschamps yang menjadi calon terkuat suksesor Blanc, Hidalgo bakal mendukung penuh,: “Di usianya yang sudah mencapai 43 tahun, dia (Deschamps) sudah siap akan segalanya. Dia punya kualitas yang bagus,” tutup Hidalgo.

Spurs Dianggap Blunder Jika Tunjuk AVB

LONDON – Ketertarikan Tottenham Hotspur untuk menjadikan André Villas-Boas (AVB) sebagai suksesor Harry Redknapp, menuai kritikan. Salah satunya dari mantan pemain Inggris, Tony Cottee, yang mengungkapkan bahwa akan menjadi kesalahan besar bagi Spurs jika merekrut AVB. Cottee yang berkaca akan capaian AVB selama membesut Chelsea di awal musim lalu. The Blues terperosok ke jurang yang pernah mereka idap sebelum kedatangan sang hartawan, Roman Abramovich. Harry Redknapp yang telah membawa Spurs dari kenistaan papan tengah Premier League ke jajaran elit, terpaksa didepak dan Cottee tak bisa mengerti mengapa petinggi Spurs bisa melakukan itu. AVB dianggap akan ‘mengembalikan’ habitat Spurs ke papan tengah dan mungkin papan bawah jika negosiasi yang terjadi tetap diteruskan. “Saya tidak percaya bahwa André Villas-Boas mampu melakukan pekerjaan yang baik di Tottenham. Saya heran mengapa mereka mendepak Redknapp. Dia melakukan tugas yang luar biasa di Tottenham. Janganlah kita lupa ada di mana Spurs ketika dia belum datang,” tutur Cottee. “Villas-Boas jelas tak punya kapasitas melatih Chelsea waktu itu dan saat ini adalah momen penting dalam sejarah Tottenham,” lanjut mantan striker West Ham United, Everton dan Selangor tersebut. Momen penting karena setelah Redknapp tak lagi berada di kursi kepelatihan The Lilywhites, sejumlah bintang Spurs punya niat untuk meninggalkan White Hart Lane. Sebut saja Luka Modric dan bukan tak mungkin, Gareth Bale juga. “Modric sudah ingin pergi dari Spurs. Apakah para pemain bersedia bertahan jika pelatih yang datang merupakan sosok yang tak mereka inginkan dan hormati? Saya mencemaskan Spurs. Saya tak mengerti mengapa mereka ingin melakukan kesepakatan ini,” tandasnya, sebagaimana dilansir DailyStar, Minggu (1/7/2012).

Penghabisan Karier Pippo di Aussie?

Selebrasi terakhir Filippo Inzaghi untuk Milan ke gawang Novara, 13 Mei silam (Foto: Daylife) Selebrasi terakhir Filippo Inzaghi untuk Milan ke gawang Novara, 13 Mei silam (Foto: Daylife) SYDNEY – Ada peluang besar super-veteran AC Milan, Filippo Inzaghi bermain di negara tetangga kita, Australia di penghujung kariernya. Klub A-League, Western Sydney Wanderers kemungkinan besar akan menjadi pelabuhan baru sekaligus terakhir bagi Pippo – sapaan Inzaghi. Eks-attaccante Milan, Juventus dan timnas Italia itu belum berkenan gantung sepatu meski usianya sudah menginjak 38 tahun. Setelah kontraknya tak diperpanjang Il Diavolo, Pippo pun sempat ditawarkan jabatan staf pelatih Massimiliano Allegri. Tapi tidak, setidaknya untuk satu tahun ke depan di mana Inzaghi masih ingin merumput. Melalui agennya yang berada di Aussie – Lou Nesci, Pippo diklaim punya minat untuk berkarier di benua kangguru tersebut. Sejumlah klub A-League pun dilayangkan tawaran mengenai Inzaghi yang dianggap masih mampu bermain di level tinggi. Selain Western Sydney, Melbourne Heart juga tak ketinggalan dibagikan ‘brosur dan makalah’ presentasi mengenai penawaran Kakak kandung Simone Inzaghi tersebut. “Filippo tertarik untuk datang ke Australia dan Wanderers sepertinya akan menjadi jlub yang cocok, terutama karena besarnya komunitas Italia di Sydney,” papar Nesci, sebagaimana disadur The World Game, Minggu (1/7/2012). “Saya rasa dia akan membuat orang-orang di sini senang. Dia masih mampu mencetak gol dan masih mampu bermain di level tinggi meski umurnya tak muda lagi,” pungkas sang agen.

Pelabuhan Baru Seedorf di Seberang Atlantik

Clarence Seedorf heading to Botafogo (Photo: Getty Images)
Clarence Seedorf heading to Botafogo (Photo: Getty Images)
RIO DE JANEIRO – Usia 36 tahun belum bisa memaksa Clarence Seedorf gantung sepatu. Setelah kontraknya dengan AC Milan kedaluarsa dan tak diperpanjang, Seedorf menengok kans lain untuk merumput di Amerika Selatan.

Ya, itu berarti Seedorf harus jauh-jauh dari ranah Italia di Selatan Eropa, menyeberangi Samudera Atlantik menuju Rio de Janeiro, Brasil – kediaman Botafogo, yang akan menjadi klub baru gelandang gaek Belanda itu.

Seedorf melalui agennya sudah merampungkan kesepakatan dengan Botafogo, dengan kontrak berdurasi dua tahun. Kabarnya juga, meski tak diuraikan nilai kontrak legiun Belanda blasteran Suriname itu, transfer Seedorf diakui sebagai kontrak terbesar bagi legiun asing yang pernah terjadi di Liga Brasil.

“Seedorf sudah menandatangani kesepakatan dua tahun dengan Botafogo,” papar pernyataan resmi Botafogo, sebagaimana dilansir The World Game, Minggu (1/7/2012).

“Kesepakatan transfer ini menjadi kontrak terbesar bagi pemain asing yang dilakukan klub Brasil,” tandas pernyataan klub berjuluk Estrela Solitária tersebut.

Sedianya selain Botafogo, klub promosi Premier League, West Ham United juga tertarik menggunakan jasanya. Tapi bagi Seedorf, tantangan di ranah Brasil sepertinya lebih menarik untuk dijadikan ‘lokasi’ penghabisan karier setelah mengabdi 10 tahun bersama Rossoneri.